Pekanbaru Tak Baik-Baik Saja, Kejahatan Gembos Ban Resahkan Warga
PEKANBARU,(Digitalkampar.com) — Aksi kejahatan jalanan dengan modus menggembosi ban kendaraan meresahkan warga Kota Pekanbaru. Modus ini diduga kerap dimanfaatkan pelaku untuk mengincar korban sebelum melancarkan aksi pencurian atau perampasan.
Salah satu warga Pekanbaru, Heru, nyaris menjadi korban setelah ban mobilnya digembosi oleh orang tak dikenal pada Minggu, 1 Februari 2026.
Heru menceritakan, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya memarkirkan mobil di Jalan Setia Budi pada sore hari untuk membeli bubur ayam. Saat itu, ia tidak merasakan hal mencurigakan dan langsung kembali ke mobilnya setelah berbelanja.
“Saya parkir sebentar saja untuk beli bubur. Waktu jalan juga tidak terasa apa-apa,” ujar Heru, Senin 2 Februari 2026.
Namun, setibanya di rumahnya di Jalan Bambu Kuning, Heru terkejut mendapati salah satu ban mobilnya sudah dalam kondisi kempis. Setelah diperiksa lebih dekat, ia menemukan sebatang lidi sengaja dimasukkan ke dalam lubang ban, yang diduga kuat sebagai upaya sabotase.
“Ban sudah kempis, dan pas dicek ada lidi di lubang ban. Jelas ini disengaja,” katanya.
Meski sudah ada patroli gabungan Tim RAGA, hal tersebut tak berpengaruh pada aksi kejahatan Pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
Dalam sehari saja, ada dua aksi kejahatan terjadi di jantung Kota Pekanbaru seperti aksi begal di Jalan Kartama dan Curanmor di Jalan Pahlawan Kerja, Minggu, 1 Februari 2026. Kedua aksi tersebut terjadi di Kecamatan Marpoyan Damai.
Heru menduga, pelaku sengaja menggembosi ban untuk memancing korban berhenti di jalan atau di lokasi sepi, sehingga memudahkan pelaku menjalankan aksinya. Beruntung, ia langsung pulang dan tidak berhenti di tengah jalan ketika pulang.
“Kalau saya berhenti di jalan mungkin ceritanya lain. Modus begini sangat berbahaya,” ungkapnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat memarkir kendaraan di tempat umum. Menurutnya, pengendara perlu memeriksa kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan, terlebih jika merasa ada hal yang tidak biasa.
“Kita harus ekstra hati-hati sekarang. Jangan langsung berhenti kalau ban terasa aneh, cari tempat aman dulu,” pesannya.
Maraknya modus kejahatan gembos ban ini menambah daftar keresahan warga terhadap keamanan di Kota Pekanbaru.
Warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan pengawasan dan patroli, khususnya di kawasan rawan kejahatan.

Posting Komentar