News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Diduga Lambat Tangani Pasien DBD hingga Trombosit Menyentuh Angka 11 Ribu, RSUD Bangkinang Dikeluhkan Warga

Diduga Lambat Tangani Pasien DBD hingga Trombosit Menyentuh Angka 11 Ribu, RSUD Bangkinang Dikeluhkan Warga




KAMPAR,(Digitalkampar.com)— Pelayanan medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang kembali menjadi sorotan. Kali ini, keluhan datang dari salah satu keluarga pasien asal Kabupaten Kampar yang menyayangkan lambatnya tindakan medis dan prosedur rujukan yang dinilai berbelit-belit saat menangani pasien Demam Berdarah Dengue (DBD).


Pihak keluarga pasien mengungkapkan rasa kekecewaan mendalam atas apa yang dialami adik mereka selama menjalani perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut sejak Rabu (06/05/2026) lalu.


Tertahan di Kursi Roda dan Trombosit Turun Drastis

Menurut keterangan perwakilan keluarga, persoalan sudah bermula sejak pertama kali tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkinang pada Rabu malam sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat kondisi IGD yang penuh sesak, pasien terpaksa tertahan di atas kursi roda selama 8 jam, dan baru mendapatkan kamar rawat inap pada pukul 04.00 WIB subuh.


Berdasarkan hasil uji laboratorium awal, pasien dinyatakan positif mengidap DBD dengan kadar trombosit berada di angka 128.000, sedikit di bawah ambang normal sebesar 150.000.


Namun, pihak keluarga menyayangkan tidak adanya tindakan taktis dari tim medis untuk memitigasi penurunan darah pasien selama hari-hari berikutnya.


"Dari Kamis sampai Minggu terus dilakukan cek darah. Hasilnya tiap hari trombosit adik saya semakin menurun drastis sampai ke angka kritis 11.000. Di sana adik kami hanya diberi infus dan injeksi paracetamol, tidak ada tindakan nyata dari dokter untuk menaikkan trombositnya," ujar perwakilan keluarga pasien dengan nada kecewa.


Polemik Permintaan Rujukan dan Kantong Darah

Memasuki Minggu malam (10/05/2026), kondisi fisik pasien kian melemah akibat hancurnya kadar trombosit. Khawatir dengan keselamatan nyawa sang adik, pihak keluarga memutuskan untuk meminta surat rujukan agar pasien bisa dipindahkan ke rumah sakit di Kota Pekanbaru.


Namun, permintaan tersebut sempat ditolak oleh pihak dokter RSUD Bangkinang dengan dalih bahwa kondisi pasien masih bisa ditangani di sana. Di saat yang bersamaan, dokter justru meminta keluarga untuk mencari 6 kantong darah trombosit secara mendadak.


"Kenapa tidak dari awal saat tren trombositnya terus turun setiap hari kami diminta mencari darah? Kenapa baru diperintahkan saat kondisinya sudah kritis dan saat kami meminta rujukan? Ini yang membuat kami sangat keberatan," lanjutnya.


Proses rujukan akhirnya baru terealisasi pada Senin pagi (11/05/2026), setelah pihak keluarga terpaksa meminta bantuan kerabat mereka yang bertugas di RSUD Arifin Achmad (AA) Pekanbaru untuk berkomunikasi langsung dengan pihak RSUD Bangkinang. Baru setelah adanya desakan tersebut, pihak rumah sakit mau menginput data rujukan.


Desakan Evaluasi Pelayanan Publik 

Atas kejadian ini, pihak keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dan Dinas Kesehatan terkait segera melakukan evaluasi total dan merevisi standar pelayanan di RSUD Bangkinang agar kejadian serupa tidak menimpa warga lainnya. Menurut mereka, sistem rujukan dan transparansi tindakan medis darurat harus diperbaiki demi keselamatan pasien.


Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Bangkinang belum memberikan rilis resmi atau keterangan lebih lanjut terkait keluhan penanganan pasien DBD tersebut. (Red)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Dinkes Kampar Bungkam Soal Dana BOK, Jurnalis Potretperistiwa.com Layangkan Surat Keberatan ke PPID Utama: Siap Sengketakan ke Sidang KI!

Kampar, (Digitalkampar.com) – Sikap tertutup yang ditunjukkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar terkait pengelolaan anggaran n...