Pecahkan Rekor MURI, 7.000 Penari Zapin Perempuan Penuhi Rokan Hilir
Rokan Hilir, Digital Kampar
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencatatkan sejarah baru. Hari ini, Kamis (23/7/2026), Rekor Dunia Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk pagelaran Tari Zapin Perempuan Terbanyak resmi terpecahkan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 7.000 orang.
Suasana kemeriahan dan kebanggaan terpancar saat ribuan penari yang terdiri dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelajar dari berbagai sekolah, hingga masyarakat umum bergerak gemulai menarikan tarian khas Melayu tersebut.
Salah satu sorotan utama dalam pemecahan rekor ini adalah kehadiran para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir. Tak tanggung-tanggung, sekitar 2.600 peserta dari tenaga kebersihan ikut menyemarakkan dan memadati barisan penari Zapin. Kehadiran para pahlawan kebersihan ini membawa energi positif tersendiri di tengah kemegahan acara.
Klarifikasi Isu Sanksi Surat Peringatan (SP)
Di tengah kemeriahan acara, sempat berembus kabar burung di kalangan para ibu-ibu petugas kebersihan yang menyebutkan bahwa keikutsertaan mereka bersifat paksaan, dan bagi yang tidak hadir akan dijatuhi sanksi Surat Peringatan (SP).
Menanggapi isu tersebut, tim awak media Digital Kampar langsung melakukan konfirmasi ke pihak terkait untuk meluruskan informasi yang beredar.
Seorang pegawai DLH yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa kabar tersebut sama sekali tidak benar.
"Bapak Kadis DLH, Suwandi, S.Sos., tidak pernah mengeluarkan kebijakan memberikan SP bagi yang tidak ikut. Itu kemungkinan hanya gertakan atau kabar burung dari sesama peserta untuk menakut-nakuti," ujarnya.
Hal senada ditegaskan oleh Koordinator Lapangan (Koorlap) Kebersihan, Basri. Ia mengaku telah menanyakan langsung isu tersebut kepada Kepala Dinas DLH secara transparan saat rapat koordinasi.
Sukses Besar Bagi Rokan Hilir
Terlepas dari desas-desus yang telah diklarifikasi tersebut, pelaksanaan Tari Zapin Perempuan Terbanyak ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh sukacita. Raihan Rekor Dunia MURI ini menjadi bukti solidnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam melestarikan seni budaya warisan Melayu.****(Bs)

Posting Komentar