News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

BI Perkirakan Ekonomi Riau 2026 Stabil, Tumbuh hingga 5,20 Persen

BI Perkirakan Ekonomi Riau 2026 Stabil, Tumbuh hingga 5,20 Persen

 



Pekanbaru ,(digitalkampar.com) – Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Provinsi Riau pada tahun 2026 akan tetap stabil dengan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,40 hingga 5,20 persen (year on year).


Stabilitas ini ditopang membaiknya kondisi domestik, stimulus pemerintah, serta optimisme keyakinan konsumen, seiring inflasi yang diperkirakan tetap terkendali dalam sasaran nasional.


Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Panji Achmad mengansumsikan secara keseluruhan tahun 2026, inflasi Riau diprakirakan lebih landai dibandingkan 2025 dan terkendali pada rentang sasaran inflasi 2,5 persen (yoy). Landainya inflasi dapat ditafsir oleh pulihnya pasokan komoditas pangan strategis, sejalan dengan selesainya rekonstruksi jalur distribusi.


"Perekonomian Riau pada tahun 2026 diperkirakan akan stabil," ujarnya di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin (19/1/26).


Ditahun ini, Bank Indonesia juga memprediksikan ekonomi Indonesia akan meningkat di seluruh wilayah. Tentu bukan sekadar omong kosong belaka, Panji menyebut adanya beberapa faktor meningkatnya ekonomi tanah air, diantaranya pertama, permintaan domestik menopang perbaikan di seluruh wilayah di Indonesia (konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi).


Kedua, PDRB agregat diprakirakan tumbuh membaik di atas 5 persen, didorong permintaan domestik yang ditopang oleh kinerja pertambangan tembaga.


Ketiga, berbagai kebijakan strategis pemerintah terkait hilirisasi SDA dari sisi produksi dan permintaan melalui akselerasi berbagai proyek industri di beberapa wilayah berpotensi mendorong PDRB lebih tinggi.


"Pertumbuhan ekonomi daerah tahun 2026 diperkirakan dapat membaik di seluruh wilayah di Indonesia," sebutnya.


Namun, dengan prediksi membaiknya ekonomi Riau dan Indonesia dimasa mendatang ini, Panji juga menghimbau agar masyarakat dan pemerintah waspada, sebab ekonomi Riau juga memiliki berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas makroekonomi Riau.


Adapun hal-hal yang perlu diwaspadai diantaranya, berlanjutnya kebijakan realokasi anggaran, produktivitas hulu dan potensi hilirisasi industri berbasis sawit, hingga ketidakpastian kebijakan ekonomi global.


"Berlanjutnya kebijakan realokasi anggaran Pemerintah. Hal ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi komponen pengeluaran Pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau. Oleh karena itu, selain mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan daerah lainnya, kami melihat sinergi di antara pemangku kepentingan daerah dalam menarik lebih banyak investasi menjadi penting untuk memperkuat sumber alternatif pertumbuhan ekonomi," tutup Panji.

(Mediacenter Riau/nv)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Posting Komentar

BI Perkirakan Ekonomi Riau 2026 Stabil, Tumbuh hingga 5,20 Persen

  Pekanbaru ,(digitalkampar.com)  – Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian Provinsi Riau pada tahun 2026 akan tetap stabil dengan pertum...